Mencuatnya 2 Fakta keanehan dan Kejanggalan pada aksi teror " ISIS " di tangerang
Layaknya menu siap saji, secara tiba- tiba aksi teror menerjang Tangerang. Banyak yang berspekulasi bahwa aksi teror ini ada beberapa motif tersembunyi yang memang sengaja di lakukan untuk tujuan tertentu. Mirip teror di medan dan aksi teror di Solo beberapa bulan belakangan , pelaku hanya seorang sendiri menyerang aparat di kepolisian.
Kejadian ini sangat konyol karena disaat yang sama umat Islam sedang fokus pada kasus penistaan yang dilakukan oleh Gubernur DKI Ahok. Mungkinkah ini hanya sebagai upaya pemerintah dalam hal ini pihak-pihak yang tidak ingin Ahok dipidanakan.
Kalau kita ikuti perkembangan kasus Ahok saat ini bola eksekusi berada ditangan aparat ,Jadi umat islam saat ini menunggu keputusan dari pihak aparat untuk segera menyeret Ahok ke jeruji karena telah menistakan Al Quran dan Ulama.
Tapi apa boleh buat meskipun tuntutan umat islam dari berbagai penjuru berdatangan kepada aparat kepolisisan untuk segera menangkap Ahok tetapi kita bisa membaca celah apa yang akan dilakukan untuk membela Ahok. Terkait kasus teror yang terjadi di Tangerang sendiri sangat kuat terindikasi bagian dari skenario team Ahoker untuk mengalihkan perhatian Umat Islam.
Ada dua Hal yang patut kita soroti terkait kasus teror yang terjadi beberapa tahun belakangan termasuk aksi teror di Tangerang.
1. Goalnya Revisi UU Terorisme
Peribahasa penjual obat menurut kita sangatlah tepat untuk hal ini. " Kalau obat mau laku keras maka ciptakanlah penyakit " Atau bahasa mudahnya ciptakan masalah maka solusi akan terpakai.
Saya kira pihak -pihak yang berkepentingan dengan UU ini sangatlah serius berupaya mengegoalkan dengan segera.
Ada 2 Kemungkinan:
Ada 2 Kemungkinan:
- Sang pemesan sudah menagih UU Terorisme sehingga membuat pihak yang berkepentingan terkait UU ini berusaha keras dengan segala cara agar umat islam atau lebih luasnya Rakyat Indonesia menyetujui dengan adanya UU Terorisme yang mereka tawarkan.
- Kehabisan Anggaran, Sudah menjadi rahasia umum bahwa proyek terorisme didanai Asing sehingga untuk mendapatkan kucuran dana maka dibuatlah teror sehingga pihak asing akan segera memberikan anggaran karena aksi teror masih menghantui Indonesia.
Lebih lanjut lagi dan ini yang paling sangat dikawatirkan adalah kalau UU TERORISME ini benar-benar Goal maka mereka dalam hal ini aparat akan leluasa menangkap para Aktifis gerakan Islam . Karena sasaran Utamanya UU ini sebenarnya bukan pelaku terorisme tetapi sasarannya adalah para aktifis Islam yang secara lantang menentang kezaliman di negeri ini.
- Kehabisan Anggaran, Sudah menjadi rahasia umum bahwa proyek terorisme didanai Asing sehingga untuk mendapatkan kucuran dana maka dibuatlah teror sehingga pihak asing akan segera memberikan anggaran karena aksi teror masih menghantui Indonesia.
Lebih lanjut lagi dan ini yang paling sangat dikawatirkan adalah kalau UU TERORISME ini benar-benar Goal maka mereka dalam hal ini aparat akan leluasa menangkap para Aktifis gerakan Islam . Karena sasaran Utamanya UU ini sebenarnya bukan pelaku terorisme tetapi sasarannya adalah para aktifis Islam yang secara lantang menentang kezaliman di negeri ini.
Bisa dibayangkan apabila UU Terorisme ini telah berhasil maka pelaku Demo aksi tolak pemimpin Kafir akan ditangkap satu- persatu dengan alasan terkait jaringan terorisme . Dan itu sangatlah menguntungkan penguasa karena kerikil-kerikil penghalang sudah dihilangkan dengan adanya UU Terorisme ini.
Maka tidaklah heran jika UU ini ditolak umat islam dimana-mana karena sangatlah berbahaya bagi perjuangan para Ulama dan Kyai dalam membela Agamanya. Jadi secara kesimpulan UU Terorisme ini berpotensi digunakan untuk membungkap sikap kritis Umat Islam terhadap pemerintah.
2. Pengalihan Isu besar Nasional
Bicara pengalihan Isu nasional sudah diakui sendiri oleh Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai . Dia pernah melontarkan pernyataannya terkait hal ini.
"Perbandingan 80 persen dan 20 persen. 20 Persennya yang pengalihan isu, tetapi kalau di era Soeharto dulu persentasenya sangat tinggi," ujar Ansyaad
Jadi pengakuan Ansad ini memperkuat dugaan bahwa aksi teror ini memang sengaja di blow up media mainstream untuk menutup Kasus Ahok. Tetapi sekali lagi kita sebagai rakyat awam jangan mudah kebawa arus kepentingan media utama kita. Karena rata-rata pemilik media nasional adalah bukan bagian dari umat Islam ,dalam artian mayoritas pemberitaan media memang sengaja mengkerdilkan Islam dan memblow up pihak -pihak yang kontra dengan Islam.
Lihat pasca aksi demo besar-besaran tolak Ahok yang dilakukan oleh berbagai ormas Islam. Peristiwa besar tersebut luput dari pemberitaan media nasional kita. Apakah mungkin para wartawan tidak mengetahui ada peristiwa sebesar itu. Sedangkan peristiwa sekecil kecelakaan disuatu kampung saja masuk media mereka. Atau yang lebih lucu lagi adalah ketika Djarot cs ber akting ria di sepetak taman yang pada akhirnya di blow up besar-besaran oleh berbagai media msekuler.
Padahal yang hadir pada panggung teatrikal hanya segelintir orang saja, Itupun ternyata terbongkar bahwa sebelum aksi demo memang taman balaikota sedang ada perbaikan. Tetapi namanya media kita sudah menggunakan jurus mabuk maka cara murahan pun dilakukan.
Kembali ke aksi teror Tangerang secara kesimpulan terindikasi kuat bahwa aksi tersebut memang sengaja dilakukan untuk mengalihkan Isu Besar Nasional dalam hal ini adalah kasus penistaan yang dilakukan oleh Basuki djahaja Purnama.
Hal ini diperkuat dengan identitas dan motif pelaku teror sendiri karena terbukti ada hubungan keluarga dari pihak aparat.
Dan yang lebih janggal lagi adalah ISIS tidak kelihatan waktu umat islam yang lain turun kejalan demo tolak pemimpin kafir. Padahal kalau memang benar ISIS itu representasi dari penerapan hukum syariah islam harusnya menjadi garda terdepan dalam menolak pemimpin Kafir. Minimal mereka menyuarakan ketidakrelaan mereka terhadap pelecehan yang dilakukan oleh Ahok terkait Surat Al Maidah. Padahal mereka selama ini sering merilis video atau tindakan-tindakan kontra taghut yang seakan-akan menjadi pembela Islam.
Tapi semua itu tidak kita temukan, Kalau memang Isis bagian dari perjuangan Umat islam setidaknya dengan melihat setiap aksinya selama ini yang di serang adalah Ahok dan sekutunya bukan malah aparat kepolisian. Hal ini sangatlah aneh karena kalau kita cermati Isis selalu melakukan teror hanya kepada aparat saja. Ada apa ini?
Di saat semua ormas islam melakukan aksi besar-besaran demo kasus Ahok justru secara tiba-tiba Isis malah melakukan aksi teror di tangerang, dan yang menjadi sasarannya aparat lagi . Aneh kan...
Jadi Kisahnya kasus Keluarga yang digoreng media dan sengaja dikaitkan dengan Isis..
Kata Mukidi , Jaka sembung naik ojek...
Hal ini diperkuat dengan identitas dan motif pelaku teror sendiri karena terbukti ada hubungan keluarga dari pihak aparat.
Dan yang lebih janggal lagi adalah ISIS tidak kelihatan waktu umat islam yang lain turun kejalan demo tolak pemimpin kafir. Padahal kalau memang benar ISIS itu representasi dari penerapan hukum syariah islam harusnya menjadi garda terdepan dalam menolak pemimpin Kafir. Minimal mereka menyuarakan ketidakrelaan mereka terhadap pelecehan yang dilakukan oleh Ahok terkait Surat Al Maidah. Padahal mereka selama ini sering merilis video atau tindakan-tindakan kontra taghut yang seakan-akan menjadi pembela Islam.
Tapi semua itu tidak kita temukan, Kalau memang Isis bagian dari perjuangan Umat islam setidaknya dengan melihat setiap aksinya selama ini yang di serang adalah Ahok dan sekutunya bukan malah aparat kepolisian. Hal ini sangatlah aneh karena kalau kita cermati Isis selalu melakukan teror hanya kepada aparat saja. Ada apa ini?
Di saat semua ormas islam melakukan aksi besar-besaran demo kasus Ahok justru secara tiba-tiba Isis malah melakukan aksi teror di tangerang, dan yang menjadi sasarannya aparat lagi . Aneh kan...
Jadi Kisahnya kasus Keluarga yang digoreng media dan sengaja dikaitkan dengan Isis..
Kata Mukidi , Jaka sembung naik ojek...
Wallahua'lam..

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA